Pertumbuhan
Ekonomi dan Konjungtur dalam Teori Keynesian
Pertumbuhan ekonomi
adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, bukan suatu
gambaran ekonomi pada waktu tertentu, dengan memperhatikan output total (Gross
National Product) dan jumlah penduduk. Menurut pandangan para ahli ekonomi
klasik, ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu: jumlah
penduduk, jumlah persediaan barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta
tingkat teknologi yang digunakan.
Sedangkan Keyness
menyatakan, peranan pembelanjaan agregat dalam menentukan tingkat kegiatan
ekonomi dan kesempatan kerja dalam suatu perekonomian pembelanjaan agregat
tersebut dibedakan menjadi empat komponen yaitu; pengeluaran konsumsi rumah
tangga, investasi swasta, pengeluaran pemerintah, dan ekspor bersih. Teori
keynes menekankan bahwa pembelanjaan agregat menetukan tingkat kegiatan
perekonomian.
Dalam upaya memaksimalkan
pertumbuhan ekonomi, tentunya dipahami bahwa perekonomian tidak selalu
berkembang secara teratur dari satu periode ke periode lainnya. Ia selalu
mengalami masa naik dan turun. Adakalanya kegiatan perekonomian berkembang
dengan sangat pesat sehingga menimbulkan kenaikan harga-harga. Pada periode
lainnya perekonomian mengalami perlambatan dalam perkembangannya dan adakalanya
ia merosot dan berada di tingkat yang lebih rendah dari periode sebelumnya.
Pergerakan naik turun kegiatan perusahaan-perusahaan di dalam jangka panjang
dinamakan konjungtur atau siklus kegiatan perusahaan (business
cycle).
Menurut Sadono, konjungtur adalah
kenyataan yang berlaku dalam perekonomian yang menunjukkan bahwa kegiatan
ekonomi tidak berkembang secara teratur tetapi mengalami kenaikan atau
kemunduran yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Gambaran atau grafik
mengenai konjungtur adalah suatu grafik yang menunjukkan
perubahan pendapatan nasional dan kegiatan ekonomi dari satu wkatu ke waktu
lain.
Gelombang Konjungtur
dibagi menjadi 4 tahap:
1.
Tahap Depresi =
Kemerosotan. Yaitu kemerosotan yang disebabkan antara lain banyak produksi
berkurang, banyak pabrik tutup, banyak terjadi pengangguran (baisse atau konjungtur rendah). Tetapi
akhirnya keadaan berubah lagi (titik balik bawah/trough).
2.
Tahap Ekspansi = Kegiatan ekonomi cepat. Yaitu tahap
kegiatan ekonomi dalam perkembangan atau pertumbuhan yang cepat sampai
tercapainya puncak kegiatan (masa “boom” atau “hausse” = konjungtur tinggi)
3.
Tahap Resesi = Kelesuan. Yaitu semula
kemacetan yang timbul menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi terhenti (stagnasi)
dan/atau mundur sedikit. Jika berlangsung lama dan hebat, dimana semua sektor
ekonomi ikut lesu maka kelesuan menjadi kemrosotan.
4.
Tahap Recovery = Pemulihan. Yaitu tahap yang mulai pulih
kembali normal.
Yang menjadi pokok
permasalahan timbulnya konjungtur menurut teori moneter adalah jumlah uang yang
beredar di masyarakat. Menurut John Maynard Keynes, sistem moneter dan kredit
bukanlah penyebab terbentuknya gelombang konjungtur, tetapi merupakan akibat.
Penyebab utamanya adalah tidak stabilnya investasi. Apabila masyarakat banyak
memegang uang, maka akan timbul kecenderungan mempergunakan uangnya untuk
keperluan konsumsi dan investasi, sedangkan sebaliknya, apabila uang sulit
diperoleh, maka pengeluaran dunia bisnis dan masyarakat juga akan berkurang.
Pengurangan jumlah uang sampai pada tingkat minimum ini akan menghalangi upaya
dari perusahaan untuk melakukan ekspansi.
Kecenderungan masyarakat
untuk mengurangi tingkat konsumsinya dan lebih banyak melakukan kegiatan
menabung akan menyebabkan pengeluaran total tidak akan mencukupi untuk
mempekerjakan semua angkatan kerja. Besarnya tingkat tabungan masyarakat ini,
walaupun bisa dijadikan sebagai sumber investasi, dianggap kurang menguntungkan
karena hal tersebut diikuti dengan rendahnya tingkat konsumsi masyarakat.
Investasi sebagai kekuatan pendorong yang menentukan konjungtur akan
berpengaruh terhadap gerakan konjungtur.
Pengaruh dari adanya
konjungtur terhadap perekonomian Indonesia sangat terasa pada neraca
perdagangan Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu
negara eksportir terbesar. Selain berpengaruh terhadap neraca perdagangan
aktivitas perekonomian di dalam negeri, juga akan berpengaruh terhadap
aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, tingkat investasi, tingkat harga di
dalam negeri, dan sebagainya.
Untuk menanggulangi hal
tersebut, pemerintah Indonesia melakukan kebijaksanaan fiskal dan moneter
seperti deregulasi, diberlakukannya undang-undang perpajakan yang baru, dan
menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang asing.
KADG777 online casino - Kandangpintar
BalasHapusKADG777 Online Casino is part of KG777 and one of our leading online casinos. kadangpintar This company is known as KG777 and 메리트카지노 has been operating in 메리트카지노총판 several different